TATA KELOLA PERUSAHAAN

INFORMASI PEMEGANG SAHAM UTAMA DAN PENGENDALI

 

PT Bosowa Corporindo merupakan Pemegang Saham Pengendali dari Bank Bukopin. PT Bosowa Corporindo merupakan sebuah Perusahaan swasta nasional yang didirikan pada tahun 1973 di Makassar, Sulawesi Selatan. Nama Bosowa berasal dari nama 3 Kerajaan Bugis yaitu Bone, Soppeng dan Wajo. PT Bosowa Corporindo bergerak di 6 grup usaha yaitu otomotif, semen, pertambangan dan roper, jasa keuangan, roperty dan pendidikan. Selain menjalankan grup usaha intinya, Bosowa juga menjalankan sejumlah proyek perintis di bidang media, olahraga dan agrokultur.

Sedangkan Pemegang Saham Pengendali Utama yaitu Bapak Aksa Mahmud. Bapak Aksa Mahmud sebagai pendiri PT Bosowa Corporindo, yang saat ini menjabat sebagai Komisaris Utama PT Bosowa Corporindo sejak tahun 2011.

PERLAKUAN YANG SAMA TERHADAP SELURUH PEMEGANG SAHAM

Dalam memberikan informasi yang diperlukan oleh investor atau Pemegang Saham (transparansi informasi), Bank Bukopin memberikan perlakuan yang sama terhadap Pemegang Saham Mayoritas maupun Minoritas. Hal ini dimaksudkan agar tidak terdapat informasi pihak dalam (inside information) yang hanya diketahui oleh Pemegang Saham Mayoritas. Seluruh Pemegang Saham memiliki hak yang sama dalam memperoleh informasi terkait Perseroan. Pelaksanaan fungsi diseminasi informasi tersebut dilakukan oleh Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary). Beberapa bentuk pelaksanaan transparansi informasi yang dilakukan Perseroan adalah aktif menyelenggarakan forumforum pertemuan dengan analis dan investor, melalui paparan publik untuk menjamin keterbukaan informasi dapat dilaksanakan dengan baik.

PENERAPAN STRATEGI ANTI FRAUD

Dalam rangka mencegah terjadinya risiko penyimpangan di Bank Bukopin, khususnya risiko fraud yang dapat merugikan nasabah dan atau Bank Bukopin serta sebagai upaya untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan tata kelola Perusahaan yang baik (Good CoorporateGovernance), maka diperlukan peningkatan efektivitas pengendalian intern sebagai upaya meminimalkan risiko fraud dengan cara menerapkan Strategi Anti Fraud yang tidak hanya ditujukan untuk pencegahan (preventive), namun juga mendeteksi dan melakukan investigasi serta memperbaiki sistem sebagai bagian dari strategi yang bersifat integral dalam mengendalikan fraud. Kebijakan yang mengatur mengenai pelaksanaan Strategi Anti Fraud pada Bank Bukopin sebagaimana yang diatur dalam Surat Keputusan No.0879 Tahun 2018 tentang Pedoman Penerapan Strategi Anti Fraud Bank Bukopin.

Pedoman Penerapan Strategi Anti Fraud merupakan wujud komitmen manajemen Bank dalam mengendalikan fraud yang diterapkan dalam bentuk sistem pengendalian fraud. Strategi ini menuntut manajemen untuk mengerahkan sumber daya agar sistem pengendalian fraud dapat diimplementasikan secara efektif dan berkesinambungan.

Pada akhirnya, Pedoman Penerapan Strategi Anti Fraud diharapkan mampu meningkatkan pengendalian internal Bank sehingga pengelolaan Bisnis dan Operasional Bank Bukopin akan berjalan lebih baik dan mampu meningkatkan nilai Perusahaan bagi seluruh stakeholder.

PENCEGAHAN

Pelaksanaan fungsi pencegahan dapat mengurangi potensi terjadinya fraud. Adapun perangkat-perangkat yang digunakan dalam pelaksanaan pencegahan adalah sebagai berikut:

1. Anti fraud Awareness Anti fraud Awareness adalah kebijakan atau upaya Bank Bukopin untuk menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya pencegahan fraud oleh seluruh pihak terkait. Untuk menumbuhkan Anti Fraud Awareness, Bank Bukopin melakukan hal-hal sebagai berikut:

• Penyusunan dan Sosialisasi Anti Fraud Statement

• Program Employee Awareness

• Customer Awareness

2. Komitmen Pencegahan Fraud Setiap karyawan, Direksi, Komisaris, dan anggota komite yang dibentuk oleh Dewan Komisaris wajib memahami dan mematuhi Kode Etik dan Budaya Perusahaan serta semua peraturan yang relevan dengan pekerjaan yang bersangkutan. Serta setiap karyawan wajib memahami dan mematuhi Peraturan Perusahaan/Perjanjian Kerja Bersama.

3. Kegiatan Pengendalian Mekanisme pengendalian fraud diterapkan pada semua tingkatan fungsional sesuai struktur organisasi Bukopin yang sekurang-kurangnya meliputi:

• Kaji Ulang Manajemen

• Kaji Ulang Operasional

• Pengendalian Sistem Informasi

• Pengendalian Aset (Fisik)

• Dokumentasi

4. Pemisahan Fungsi Untuk Menghindari Benturan Kepentingan Menetapkan fungsi atau tugas tertentu yang harus dipisahkan atau dialokasikan kepada beberapa orang dan atau pemisahan fungsi pengadministrasian dan penyimpanan barang dalam rangka mengurangi risiko terjadinya manipulasi data keuangan/kekayaan atau penyalahgunaan aset Bank Bukopin.

5. Sistem Akuntansi, Informasi, dan Komunikasi Sistem akuntansi, informasi, dan komunikasi yang memadai bertujuan untuk meminimalisasi terjadinya fraud.

6. Know Your Employee (KYE) Seluruh elemen organisasi Bank Bukopin menerapkan prinsip “Know Your Employee”, yaitu setiap supervisi harus mengenali secara “utuh” setiap bawahannya.

459
Bukopin Annual Report 2018