LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI

LAPORAN DIREKSI

Para pemangku kepentingan yang kami hormati,

Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan petunjuk dan perlindunganNya kepada kita semua sehingga kita dapat melalui tahun 2018 dengan baik. Selanjutnya, perkenankan kami menyampaikan pengantar atas Laporan Tahunan Bank Bukopin Tahun Buku 2018. Laporan ini memaparkan situasi, strategi dan pencapaian kinerja Bank Bukopin Tahun Buku 2018 berikut strategi dan target yang ingin dicapai pada tahun 2019.

TINJAUAN MAKRO EKONOMI

Pertumbuhan ekonomi dunia pada 2018 melambat dari 3,8% pada 2017 menjadi 3,7%. Kondisi tersebut kemudian menurunkan pertumbuhan volume perdagangan dunia dan harga komoditas global. Di samping itu, suku bunga Federal Funds Rate (FFR) naik lebih cepat dan lebih tinggi dari respons tahun sebelumnya, sehingga memicu risiko pembalikan aliran modal dari negara berkembang. Pasar keuangan global juga masih mengalami ketidakpastian yang dipicu oleh beberapa faktor seperti peningkatan ketegangan perdagangan Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok dan negara lain, risiko geopolitik seperti perundingan Brexit dan krisis di sejumlah negara berkembang.

Situasi tersebut mendorong investor global untuk menarik dananya sehingga mengancam stabilitas eksternal di negara-negara berkembang. Mata uang berbagai negara melemah tajam terhadap dolar AS dan menimbulkan kerentanan pada instabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Tantangan terbesar dalam kebijakan ekonomi negara berkembang adalah dalam mengoptimalkan bauran kebijakan moneter dan fiskal untuk merespons peningkatan risiko eksternal. Sebagian besar negara berkembang menempuh kebijakan moneter ketat sebagai respons terhadap pengetatan kebijakan moneter global yang memicu arus modal keluar. Di sisi lain, kebijakan fiskal terus diseimbangkan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga sustainabilitas fiskal.

Di Indonesia, momentum pemulihan ekonomi berlanjut pada 2018, dimana pertumbuhan ekonomi pada 2018 tercatat 5,17%, meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan tahun sebelumnya sebesar 5,07%. Secara umum, kinerja tersebut menunjukkan perekonomian Indonesia pada 2018 tetap solid di tengah pertumbuhan ekonomi dunia pada 2018 yang mengalami tren perlambatan dan meningkatnya ketidakpastian global.

Selama 2018 stabilitas sistem keuangan nasional relatif masih terjaga disertai fungsi intermediasi yang membaik dan risiko kredit yang terkendali. Meski demikian, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) industri perbankan nasional pada 2018 mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu tumbuh 6,5%. Tahun sebelumnya, pertumbuhan DPK mencapai 9,4%. Hal itu menyebabkan trend likuiditas perbankan nasional pada 2018 mengalami pengetatan.

ANALISIS KINERJA PERSEROAN

Di tengah situasi tersebut, Bank Bukopin berhasil menjaga keberlangsungan kinerjanya. Selama tahun 2018 fokus Perseroan adalah berkonsentrasi menyiapkan fondasi yang kokoh untuk memacu pertumbuhan berkelanjutan di tahun-tahun berikutnya melalui strategi yang fokus pada perbaikan rasio kecukupan modal, perbaikan kualitas kredit dan penurunan biaya dana serta biaya overhead.

Pada tahun 2018, langkah strategis yang ditempuh oleh Perseroan adalah fokus pada konsolidasi internal, terutama dalam pelaksanaan action plan atas perbaikan kualitas kredit, profit recovery dan permodalan. Upaya-upaya yang dilakukan diimbangi dengan peningkatan kualitas, efisiensi dan proses digitalisasi.

Perbaikan kualitas kredit yang dilakukan mencakup intensif collection, penyelesaian kredit bermasalah, percepatan penjualan AYDA, perbaikan proses bisnis kredit, serta penguatan manajemen risiko dan struktur portofolio kredit.

Profit recovery dicapai melalui penurunan suku bunga dana, peningkatan fee based income dan pengembangan produk fee based baru. Profit Recovery juga dilakukan melalui proses efisiensi yang sistematis. Karena itu, efisiensi menjadi upaya strategis bank untuk menciptakan laba yang optimal melalui pengelolaan biaya dana, perbaikan manajemen kantor dan outlet, efisiensi proses kredit dan operasional serta pengaturan kembali fungsi dan struktur organisasi. Proses peningkatan kualitas dan efisiensi ini didukung oleh upaya digitalisasi operasional perbankan baik dari sisi proses kredit, dokumentasi, monitoring hingga manajemen dokumen.

Dari sisi bisnis, pada tahun 2018 Bank Bukopin semakin memperkuat fokus pada bisnis Ritel dengan meningkatkan eksposur pada bisnis Mikro, Usaha Kecil Menengah dan bisnis Konsumer. Pertumbuhan bisnis Ritel didukung oleh bisnis Komersial. Perwujudan dari langkah strategis yang berbasis pada peningkatan kualitas, efisiensi dan digitalisasi tersebut diimbangi dengan peningkatan fungsi Manajemen Risiko dan Kepatuhan, SDM yang berkompeten dan Teknologi Informasi yang andal.

Sejumlah inovasi telah dilakukan Perseroan sepanjang 2018, diantaranya adalah meremajakan layanan PPOB menjadi Bukopinet, memacu pertumbuhan pengguna aplikasi tabungan digital Wokee dan meningkatkan sinergi dengan startup fintech melalui BNVLabs.

Dengan berbagai strategi tersebut, Bank Bukopin berhasil memperbaiki kinerjanya pada tahun 2018. Pencapaian Aset, Kredit, dan Simpanan masing-masing sebesar 100,55%; 96,99%; 101,18% dari target yang ditetapkan.

Strategi yang telah dilaksanakan Perseroan efektif mendorong pertumbuhan laba sebelum pajak sebesar 77,59%, jauh di atas pertumbuhan industri perbankan nasional yaitu sebesar 14,28%. Laba bersih tahun berjalan Perseroan juga mengalami peningkatan sebesar 39,79% menjadi Rp190 miliar.

Sementara itu, rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan - NPL) pada 2018 turun 1,87% menjadi 6,67%. Perseroan telah melakukan pemantauan secara aktif atas perkembangan kualitas piutang.

Dalam hal kecukupan modal, posisi CAR Perseroan pada tahun 2018 mencapai 13,41%, meningkat 2,89% dibandingkan dengan posisi CAR pada tahun 2017 sebesar 10,52%. Di sisi lain, pertumbuhan CAR industri pada periode yang sama turun 0,21%.

ANALISIS PROSPEK USAHA

Dengan mencermati prospek ekonomi pada tahun 2019, Bank Bukopin menargetkan dapat merealisasikan target-target yang telah ditetapkan pada awal tahun secara maksimal dengan senantiasa menerapkan prinsip prudential banking.

Memasuki tahun 2019, Perseroan akan lebih fokus dan disiplin untuk mengembangkan segmen bisnis ritel baik pada aset produktif maupun sumber dana melalui peningkatan produktivitas pada seluruh sumber daya, melanjutkan perbaikan kualitas struktur bisnis, pengembangan bisnis proses yang kompetitif, serta menyusun strategi budgeting yang prudent guna mendorong pertumbuhan segmen ritel.

Secara umum, Perseroan optimistis akan dapat memacu pertumbuhan bisnis pada tahun 2019 dengan mempertimbangkan sejumlah hal. Pertama, melalui unique selling proposition yang dimiliki Bank Bukopin, Perseroan berhasil mengembangkan produk dan layanan khusus yang tidak dimiliki bank lain, misalnya dengan produk Flexy Bill, Flexy Health dan Flexy Gas melalui kerja sama dengan perusahaan-perusahaan mitra. Pola pengembangan bisnis melalui kerja sama tripartit tersebut akan terus diperkuat kedepannya . Kedua, Perseroan telah diakui mempunyai kapabilitas dalam mendukung bisnis UKM. Ketiga, Bank Bukopin telah terbukti tangguh dalam menghadapi berbagai situasi.

Perseroan juga akan memperkuat bisnis ritel melalui sinergi dengan anak perusahaan yaitu PT Bukopin Finance untuk memacu pertumbuhan pembiayaan kendaraan bermotor, serta ekspansi kredit secara selektif dan fokus pada segmen ritel dengan ATMR rendah, yaitu segmen ritel konsumer dan ritel UMKM. Penajaman segmentasi kredit konsumer difokuskan pada pembiayaan kredit personal, yaitu pensiunan PNS/TNI/Polri, PNS aktif dan pensiunan BUMN, sedangkan pada segmen UMKM ekspansi kredit difokuskan pada pembiayaan kredit produktif dan kredit mikro melalui re-launch Swamitra.

Kebijakan pengembangan sumber dana pada tahun 2019 akan diarahkan untuk pengembangan dan penguatan struktur sumber dana dengan fokus pada pengembangan sumber dana ritel melalui jaringan outlet kantor cabang, pengembangan produk giro dan tabungan untuk meningkatkan Current Account Saving Account (CASA), serta memperbaiki komposisi pendanaan jangka menengah dan panjang melalui deposito jangka menengah dan pengembangan sumber dana non simpanan nasabah.

Dari sisi kredit, salah satu program utama yang dilakukan pada tahun 2019 adalah mempertahankan fokus pada perbaikan kualitas kredit baik untuk percepatan penyelesaian Kredit kolektibilitas 2, percepatan penyelesaian kredit bermasalah (NPL), penjualan Aset Yang Diambil Alih (AYDA), dan normalisasi atas kredit yang direstrukturisasi.

Saat ini Perseroan telah memiliki produk-produk fee based yang cukup komprehensif dan kompetitif, namun sebagian produk belum mencapai produktivitas yang diharapkan. Untuk itu, pada tahun 2019 komersialisasi produk eksisting dan volume penjualan fee based non-core akan ditingkatkan.

Peningkatan penjualan fee based income non-core dilakukan melalui berbagai produk dan layanan seperti bank garansi, wealth management, bank kustodi, wali amanat, forex, hingga layanan public services. Pengembangan fee based baru akan difokuskan pada product bundling dan fee based income berbasis digital banking.

Berbagai inisiatif strategis tersebut diharapkan dapat berpengaruh terhadap kontribusi fee based income yang lebih terdistribusi dan tidak hanya bergantung pada beberapa produk. Untuk meningkatkan daya saing di industri perbankan, Bank berkomitmen untuk terus mengembangkan pelayanan terbaik bagi nasabah, meningkatkan Service Level Agreement (SLA) dan kecepatan proses, serta memberikan solusi terbaik bagi nasabah. Hal ini dicapai melalui penguatan bisnis proses dan digitalisasi proses internal.

PERKEMBANGAN PENERAPAN CORPORATE GOVERNANCE 2018

Dalam industri perbankan, tata kelola perusahaan (corporate governance) merupakan faktor yang sangat penting dalam memegang kepercayaan pemegang saham dan nasabah, peningkatan kepatuhan Bank terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku dan nilai-nilai etika yang berlaku umum pada industri perbankan. Tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) semakin dirasa penting seiring dengan meningkatnya risiko bisnis dan tantangan yang harus dihadapi oleh industri perbankan.

Perseroan memahami bahwa kunci utama untuk mempertahankan keberlangsungan peningkatan kinerja tidak hanya pada kemampuan untuk memberikan pelayanan yang prima kepada para nasabah, tetapi juga pada penerapan pengelolaan kinerja yang efektif dan dasar-dasar Good Corporate Governance (GCG), yaitu keterbukaan (transparency), akuntabilitas (accountability), pertanggungjawaban (responsibility), independensi (independency) dan kewajaran (fairness). Penerapan prinsip dasar GCG dituangkan dalam visi dan misi Bank dan dirumuskan dalam nilai-nilai budaya Bank yang disebut PRIDE (Professionalism, Respect Others, Integrity, Dedicated to Customer dan Excellence) yang menjadi panduan bagi manajemen dan karyawan dalam bekerja dan berperilaku. 

Bank senantiasa mewujudkan budaya perusahaan yang selalu menjunjung tinggi integritas, kualitas layanan dan prudential banking. Budaya perusahaan tersebut diterapkan melalui proses internalisasi ke dalam sistem dan prosedur serta pembentukan perilaku yang sesuai dengan norma. Dengan pendekatan tersebut, budaya Bank Bukopin selain tertuang dalam kebijakan dan prosedur harus juga menjadi suatu disiplin (soft skills) yang dapat diimplementasikan oleh Dewan Komisaris, Direksi dan karyawan dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya.

Penerapan GCG merupakan suatu proses jangka panjang yang dapat memberikan hasil berupa sustainable value. Aktualisasi GCG sebagai budaya dilakukan melalui proses internal yang melibatkan Dewan Komisaris, Direksi, dan seluruh karyawan. Interaksi tersebut membentuk budaya kerja yang positif dan memberikan keunggulan bersaing Bank.

Upaya penguatan tata kelola Perseroan dilakukan melalui berbagai program, antara lain penyempurnaan proses bisnis, peningkatan fungsi Quality Assurance, serta penguatan peran dan fungsi SKAI. Optimalisasi fungsi pengendalian internal dilakukan melalui unit kerja Quality Assurance dengan cara verifikasi dan mapping atas seluruh AYDA untuk memastikan kelengkapan dokumen dan penguasaan secara fisik oleh Bank Bukopin.

Untuk lebih memperkuat penerapan tata kelola dan peran Dewan Komisaris dalam melakukan pengawasan atas jalannya Perseroan, penguatan dilakukan dengan menetapkan unit kerja khusus yang bertugas membantu Dewan Komisaris untuk memonitor tindak lanjut atas hasil keputusan dan arahan Dewan Komisaris dan Komite- Komite di bawah Dewan Komisaris.

Terkait dengan penerapan Tata Kelola Terintegrasi, Rencana Strategis yang telah dijalankan di tahun 2018 diantaranya adalah:

1. Memastikan pelaksanaan prinsip dasar tata kelola terintegrasi melalui perbaikan kelemahankelemahan yang ditemui pada hasil self assessment periode sebelumnya.

2. Meningkatkan komunikasi dan koordinasi antara Entitas Utama dan Entitas Anggota dalam Konglomerasi Keuangan PT Bank Bukopin, Tbk. melalui pertemuan yang telah diagendakan.

3. Meningkatkan kualitas self assessment tata kelola terintegrasi pada Entitas Utama maupun Entitas Anggota melalui evaluasi dan monitoring atas kualitas penerapan tata kelola terintegrasi.

4. Meningkatkan peran organ dan instrumen tata kelola terintegrasi khususnya dalam rangka pengawasan tata kelola terintegrasi.

PENILAIAN KINERJA KOMITE DI BAWAH DIREKSI

Dalam melaksanakan tugas kepengurusannya, Direksi membentuk komite-komite di bawah Direksi sesuai dengan kebutuhan bisnis Perseroan dan ketentuan regulasi, yang diharapkan dapat menciptakan efektivitas dan efisiensi operasional. Direksi menilai bahwa selama 2018 komite-komite tersebut telah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan efektif.

Komite Manajemen Risiko adalah komite yang dibentuk dalam rangka menunjang efektivitas pelaksanaan proses dan sistem manajemen risiko. Komite Manajemen Risiko dibutuhkan sebagai upaya agar pengelolaan seluruh risiko bisnis Perseroan dapat dilakukan secara sistematis terintegrasi dan berkesinambungan. Direksi menilai bahwa Komite Manajemen Risiko telah memberikan kontribusi, menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik sesuai dengan kompetensi dan kewenangan yang dimiliki sepanjang tahun 2018. Komite Manajemen Risiko telah memberikan rekomendasi kepada Dewan Direksi untuk melakukan evaluasi terkait manajemen risiko, atas rekomendasi tersebut Direktur Utama telah memberikan persetujuan atas beberapa kebijakan penerapan manajemen risiko, seperti: Kebijakan Dasar Manajemen Risiko dan Pedoman Kewajiban Pemenuhan Rasio Kecukupan Likuiditas (Liquidity Coverage Ratio).

Komite Manajemen Risiko Terintegrasi adalah komite yang dibentuk dalam rangka menunjang penerapan manajemen risiko terintegrasi yang komprehensif dan efektif. Dalam pelaksanaan penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi, sepanjang tahun 2018 Perseroan telah mengeluarkan Pedoman Teknis Manajemen Risiko Terintegrasi Konglomerasi Keuangan PT. Bank Bukopin Tbk. yang telah disetujui oleh Direktur Utama. Selain pedoman tersebut, demi menunjang proses identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko Konglomerasi Keuangan yang mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.03/2014 “Penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi bagi Konglomerasi Keuangan” serta Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 14/SEOJK.03/2015 “Penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi bagi Konglomerasi Keuangan”, Perseroan telah memiliki Sistem Informasi yang akurat dan reliable untuk mendukung proses pelaporan Profil Risiko dan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) Terintegrasi kepada Otoritas Jasa Keuangan yaitu Sistem Informasi Konglomerasi Keuangan (SIKK).

Komite Support Manajemen Risiko dibentuk bersamaan dengan Komite Manajemen Risiko. Komite Support Manajemen Risiko adalah komite yang bertugas untuk membantu Komite Manajemen Risiko dalam meningkatkan efektivitas pelaksanaan dan sistem manajemen risiko. Direksi menilai bahwa Komite Support Manajemen Risiko sudah menjalan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.

Terkait dengan pengelolaan produk aset dan liabilitas, Direksi Perseroan membentuk Komite Assets dan Liabilities (Asset Liabilities Management Committee/ ALCO) berdasarkan Surat Edaran Direksi No.SE/197/ DIR/X/2018 tanggal 16 Oktober 2018 tentang Kebijakan Assets and Liabilities Management Committee. ALCO adalah komite yang memiliki tugas dan tanggung jawab dalam pembahasan dan pengambilan keputusan strategis terkait pengelolaan produk aset dan liabilitas dengan tetap mempertimbangkan aspek pertumbuhan, kesinambungan bisnis dan profitabilitas. Direksi menilai bahwa rapat serta keputusan dari Asset Liabilities Management Committee telah dilaksanakan dengan cukup efektif.

Komite Pengarah Teknologi Informasi adalah komite tertinggi dalam penyelenggaraan teknologi informasi yang bertugas memberikan rekomendasi serta membantu Direksi dan Dewan Komisaris dalam memantau kegiatan penyelenggaraan dan kesiapan infrastruktur teknologi informasi. Pelaksanaan tugas Komite Pengarah Teknologi Informasi telah sesuai dengan rencana kerja yang telah ditetapkan dan sangat mendukung implementasi teknologi informasi di Perseroan.

Komite Remedial adalah komite yang mempunyai kewenangan dan berkewajiban untuk mengevaluasi, mempertimbangkan, dan memutuskan suatu rekomendasi untuk penyelamatan/penyehatan atau penyelesaian fasilitas kredit bermasalah yang terdiri dari hapus buku, hapus tagih, pembelian agunan/aset, penjualan Aset Yang Diambil Alih (AYDA) dan cash out. Direksi menilai bahwa Komite ini telah cukup efektif dalam mengatasi kredit bermasalah yang dimiliki Perseroan.

PERUBAHAN KOMPOSISI DIREKSI

Selama tahun 2018, komposisi Direksi mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah hal, termasuk kebutuhan bisnis Perseroan. Perubahan komposisi Direksi disajikan sebagai berikut.

PENUTUP

Demikian laporan kami sampaikan. Atas kerjasama seluruh pihak, kami mengucapkan terima kasih. Kepada seluruh jajaran manajemen dan pegawai, Direksi mengucapkan terima kasih atas dedikasi yang diberikan, sehingga Perseroan mampu mencapai kinerja yang diharapkan oleh pemegang saham. Atas kepercayaan dari para Pemegang Saham, kami ucapkan terima kasih. Kedepannya, Direksi akan tetap memberikan yang terbaik guna meraih kinerja yang terbaik. Direksi berkomitmen untuk menjalankan tugas kepengurusan Perseroan dengan optimal sehingga kinerja Bank Bukopin akan tumbuh secara berkelanjutan di masa yang akan datang.

Jakarta, April 2019

Atas Nama Direksi

 

"
42
Bukopin Annual Report 2018